Begitu banyak sekarang ini para wanita yang menyepelekan dalam memakai jilbab. Padahal mereka tahu bahwa memakai jilbab itu hukumnya WAJIB! Karena hal itu merupakan PERINTAH yang jelas tertulis dalam AL-‘QURAN dan AS-SUNNAH, seperti dalam firman-Nya berikut ini :
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mu’min, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 58).
Itu adalah salah satu dalil dari sekian banyak dalil yang menyebutkan WAJIBNYA wanita memakai jilbab. Tapi kenyataannya begitu banyak wanita yang tidak peduli terhadap PERINTAH Allah ini. Dan Allah mengancamnya dengan KESESATAN. Seperti dalam firman-Nya berikut ini :
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab : 36).
Dan maksiat (Melanggar perintah Allah) yang dilakukan secara terang-terangan seperti ini TIDAK DIMAAFKAN oleh Allah, seperti dalam hadist shahih berikut ini:
“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)”. (HR. Bukhari & Muslim).
WAJIBNYA JILBAB BAGI WANITA MUSLIMAH
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
PESAN SAYA
Kayaknya blog ini bakal jadi "BLOG ABADI" klo mengutip omongan Edwin. maksudnya tulisan di blog ini bakal itu-itu aja. ga tambah n ga kurang. knapa?? karna di rumah saya internet ga berfungsi. paling ngga untuk sementara waktu.
Tapi..tapi..
walaupun blog ini vakum, macet, mandek, atau apalah namanya, yang jelas dakwah ga akan berhenti. watawa saubil haq, watawa saubil sabr tidak akan putus hanya karna ga bisa ngeblog. masih ada facebook saya dengan username Isa Cahya atau bisa diklik di sini karna masih suka saya pantau lewat HP. Atau bisa temuin saya di kampus, rumah, atau terkadang di SMAI PB SOEDIRMAN 2 BEKASI. (sok penting amat yee gue...)
Yang jelas 1 pesan saya -semoga bukan pesan terakhir- jangan pernah LELAH dalam berdakwah tapi harus selalu LILLAH
Serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu adalah Yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. an-Nahl [16]: 125)
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
KETIKA UMAT ISLAM MERAYAKAN NATAL
Hari ini, 12 Rabiul Awal adalah hari dimana banyak umat Islam di Indonesia –mungkin di dunia- merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ada yang merayakannya dengan sekedar kumpul-kumpul, makan-makan, pengajian, dan ada juga yang merayakannya dengan acara besar layaknya pesta. Di instansi-instansi seperti di sekolah banyak umat Islam yang merayakan Maulid Nabi dengan lomba-lomba atau yang sejenisnya. Sebuah hajatan besar yang tentunya juga memakan dana besar. Pertanyaannya adalah : “Bolehkah kita melakukan perayaan atas hari lahir nabi Muhammad SAW.? Mengingat segala yang berhubungan dengan beliau adalah ibadah.
Maulid berarti lahir. Mauild Nabi adalah suatu acara merayakan kelahiran nabi Muhammad SAW. Maulid memiliki arti yang sama dengan natal yang dirayakan kaum Kristen. Hanya yang membedakan adalah jika Maulid merayakan hari lahir nabi Muhammad sedangkan natal dalam Kristen adalah merayakan kelahiran Kristen. Tapi sebetulnya keduanya memiliki esensi yang sama.
Kita mulai dari hadits yang berkaitan dengan Maulid. Ada cukup banyak hadits yang berkaitan dengan ini. Seperti perkataan yang dinisbatkan kepada Muhammad SAW. berikut
“Barangsiapa yang merayakan hari kelahiranku, maka aku akan menjadi pemberi syafa'atnya dihari Kiamat. dan berangsiapa yang menginfaqkan satu dirhaam untuk maulidku maka seakan-akan dia telah menginfaqkan satu gunung emas di jalan Allah."
Dan beberapa perkataan serupa yang dinisbatkan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagaimana dalam kitab Madarij as-Shu'udh hlm.15 karya Syaikh Nawawi Banten. (Lihat Hadist-Hadist bermasalah Prof. Ali Mustofa ya'qub hlm.102). (Dikutip dari : kuliahsyariah.multiply.com).
Sayangnya hadits ini ternyata palsu karena tidak ada sanadnya. Bahkan Ketika Syaikh Abu Ubaidah masyhur bin hasan Alu Salman,- Salah seorang murid Syaikh al-Albani- ditanya tentang hadist ini, beliau menjawab:
"Ini merupakan kedustaan kepada Rasulullah yang hanya dibuat-buat oleh para Ahlu Bid'ah."
Sampai sini sebetulnya sudah cukup jelas bahwa tidak ada hadits yang menerangkan tentang Maulid Nabi. Padahal tidak ada ibadah yang tidak diberi contoh oleh Rasulullah.
Tapi saya akan memberikan beberapa alasan mengapa saya termasuk orang yang tidak setuju dengan peringatan Maulid Nabi ini. Berikut alasannya.
~ Menyerupai ibadah kaum Nasrani.
Man tasyabbaha bi qoumin fa huwa minhu “Barang siapa mengikuti suatu kaum, maka ia temasuk (kaum itu)”
~ Banyak diantara umat muslim yang mengikuti perayaan ini semata-mata hanya karena meneruskan tradisi tanpa mereka mengetahui ilmunya, dan tidak megerti dasarnya.
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Q.S. Al-Isra : 36)
~ Pada sebagian kaum Muslimin dalam merayakan maulid mereka membacakan Barzanji, sebuah ritual membacakan puji-pujian kepada Nabi saw yang di dalamnya juga terdapat jentik-jentik kesyirikan dan pujian yang melampaui batas Syari'at terhadap Nabi saw (ithra'), namun mereka menganggap itu sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Barzanji adalah suatu syair yang isinya cenderung mengkultuskan nabi Muhammad. Hal ini membuat sebuah praktek kesyirikan menjadi terselubung dalam nuansa yang dianggap ibadah.
"Janganlah kalian berlebihan memujiku sebagaimana orang-orang Nashrani berlebihan memuji putera Maryam. Aku tidak lain hanyalah seorang hamba, maka Katakanlah hamba Allah dan Rasul-Nya." [HR. Bukhari dari 'Umar ra]
~ Ibnu Taymiyyah dalam kitabnya “Iqtidlous SirotulMustaqim Mukholafata Ashabil Jahim” Hal 295 tentang Maulid Nabawy : “Tidak pernah dilakukan oleh as salafus sholeh padahal dorongan untuk diadakannya perayaan ini sudah ada, dan tidak ada penghalangnya, sehingga seandainya perayaan inisebuah kebaikan yang murni atau lebih besar, niscaya as salaf –semoga Allah meridloi mereka- akan lebih giat melaksanakannya daripada kitadalam mencintai Rasulullah dan mengagungkannya, dan mereka lebih bersemangat dalam mendapatkan kebaikan. Dan sesungguhnya kesempurnaan rasa cintadan pengagungan kepada beliau terletak pada sikap mengikuti dan mentaati perintahnya, dan menghidupkan sunnah-sunnahnya, baik yang lahir ataupun batin, serta menyebarkan ajarannya, dan berjuang dalam merealisasikan hal itu dengan hati, tangan dan lisan. Sungguh inilah jalannya para ulama’ terdahuludari kalangan kaum mujahirin dan Anshor yang selalu mengikuti mereka dalam kebaikan”. Dan silahkan baca pernyataan beliau dalam kitab ‘Al Fatawa Al Misryah 1/312
~ Acara yang membroskan banyak uang. Padahal, seperti kita ketahui bersama saat ini saudara-saudara kita banyak yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Sementara kita disini justru asyik-asyik merayakan natal.
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(Q.S. Al Israa : 26-27)
~ Kalaupun toh ada perayaan, mengapa harus bersenang-senang sedangkan kematian nabi juga terjadi di hari yang sama. Bukankah lebih baik jika kita bekabung saja? Tapi itu semua tidak diperintah oleh Allah dan tidak pernah dicontohkan baik oleh Rasulullah, Sahabat, Tabi’in, serta Tabi’ut Tabi’in sehingga kita dilarang mengerjakannya.
~ Agama Islam telah betul-betul sempurna pada masa Rasulullah sehingga tidak perlu, bahkan tidak boleh ada penambahan Ibadah apapun karena pasti akan tertolak
: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu." (Q.S. Al-Maidah:3)
Juga hadits Rasulullah yang berikut ini :
"Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar daripadanya, maka dia itu pasti tertolak." (H.S.R. Bukhari dan Muslim)
Dan yang ini
"Janganlah kalian mengada-adakan perkaraperkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan
setiap bid’ah adalah sesat." (H.S.R. Abu Daud dan Ibnu Majah Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadits no. 3851).
Dan mungkin masih banyak alasan yang bisa dikemukakan untuk membuktikan bahwa Maulid Nabi adalah tidak ada. Namun hanya beberapa saja yang saya sampaikan.
Wallahu a’lam bishowab
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
YANG SUNNAH YANG TERJAJAH
~ Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudera dieksekusi pada 8 November 2008 pukul 23.20
~ Sejak 1979 hingga 2006 Abu Bakar Ba’asyir berkali-kali dipenjara dan beberapa kali mendapat tuduhan yang ternyata tak terbukti
~ Ratusan muslim di Poso dibantai oleh kelompok orang terlatih bernama Kelelawar Hitam
~ Penduduk muslim Rohingya melarikan diri dari negaranya (Myanmar) dengan menggunakan perahu karena tidak tahan dengan siksaan yang didapatkan di negaranya sehingga mereka disebut ‘Manusia Perahu’
~ Pembantaian terjadi terhadap muslim di Gaza, Palestina oleh Zionis Israel. Yang terbaru terjadi pada akhir Desember 2008 hingga Januari 2009 yang mengakibatkan lebih dari 1000 orang Syahid
~ Pengeboman di hotel J.W. Marriott diyakini oleh Amerika dilakukan oleh orang Islam yang tergabung dalam organisasi ‘Jamaah Islamiah’ dan ternyata dapat dibantah oleh Joe Vialls, ahli masalah peledakan dari Australia. (Silahkan baca : Swaramuslim.net
~ Jerman memberlakukan hukum baru yang melarang wanita mengenakan jilbabnya
Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang menimpa kaum muslimin di penjuru dunia. Semakin hari, alih-alih terjadi dekadensi penindasan terhadap umat Islam, justru yang ada malah meningkat. Belum lagi ditambah sebutan ‘TERORIS’ bagi mereka yang berusaha menegakkan syari’ah Islam di bumi Allah ini. Ironisnya lagi, ternyata penindasan tidak hanya dilakukan oleh orang kafir yang jelas-jelas menyatakan bahwa mereka seorang ‘Islamophobia’ tetapi banyak juga umat Islam –lebih tepatnya Islam Abangan- yang ikut-ikutan mengatakan “Mereka Adalah Teroris” sambil menunjuk orang-orang yang berusaha menegakkan syari’ah Islam.
Siapa lagi dalang dibalik semua ini kalau bukan Amerika dan sekutunya yang dibekingi Zionis Yahudi yang seolah Mereka menghalalkan segala cara agar dapat menginterpretasikan setiap muslim, terutama yang teguh dengan aqidahnya sebagai teroris dan merupakan ancaman dunia. Distorsi, manipulasi, dan kebohongan-kebohongan yang keluar dari mulut pemimpin-pemimpin Amerika dan sekutunya seolah menjadi hal yang lumrah dan tidak bisa dilanggar. Bahkan mereka rela membohongi publiknya sendiri lewat media demi memuluskan langkahnya (baca: Dosa-Dosa Media Amerika, Jerry D. Gray).
Baik. Saya akan mencoba memberikan sedikit definisi teroris menurut Amerika. Teroris menurut Amerika adalah “Semua tindakan yang menolak tunduk, bahkan melawan kepada politik Amerika yang keji”.
Dari situ sudah jelas alasan mengapa orang-orang yang saya sebut di atas dicap teroris. Karena mereka menolak untuk ‘inggih-inggih’ kepada Amerika, mereka menolak mencium telapak kaki busuk “George W. Bush”, mereka menolak ketika tanah mereka dijarah oleh si ‘anak manis’ Israel yang selalu berlindung di bawah ketiak Amerika, bahkan mereka melawan ketika tubuh-tubuh suci mereka akan dijadikan boneka oleh tentara-tentara biadab US karena akan ternajisi oleh tangan-tangan kotornya.
Lihatlah bagaimana Irak yang katanya memiliki senjata pemusnah massal hingga dicap teroris dan kemudian diperangi tapi tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi Amerika dan Israel yang memiliki nuklir, bom phosphor, dan senjata-senjata canggih lainnya, yang malah telah terbukti digunakan untuk praktik genosida justru tak tersentuh hokum apapun.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (Q.S. Al baqarah:120)
Yang sunnah yang terjajah. Allah sudah mengungkapkannya dalam Surat di atas. Dan Allah menyuruh kita, orang-orang yang berusaha mempertahankan sunnah agar teguh pada pendirian karena Allah akan selalu menjadi pelindung bagi orang-orang beriman. Dan kemenangan adalah sebuah keniscayaan bagi orang-orang yang selalu setia pada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah janji Allah.
”Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti(Q.S. An Anfal:65)”
Maka kita memang dilarang untuk gentar terhadap kaum kafir yang akan selalu menindas kita. Kita tidak boleh tunduk kepada aturan-aturan jahat ”Anjing-Anjing Yahudi”. Tapi memohonlah kepada pemilik anjing itu, yaitu Allah SWT. agar menutup mulut anjing-anjing itu sehingga tak lagi dapat menggonggong atau menggigit keimanan kita.
Wallahu a’lam bishowab
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
Insya Allah, Yang Esensinya (Kian) Tereduksi
Remaja muslim kontemporer emang aneh. Tentu hanya sebagiannya. Itu yang ada di pikiran saya kemarin. Begini kisahnya. Kemarin teman saya menanyakan perihal kesanggupan saya bikin janji wawancara dengan dokter Senin besok. Dan dengan yakinnya saya jawab “Insya Allah”. Sampai di situ tidak ada yang aneh memang. Tapi setelah saya mengucapkan kalimat “Insya Allah” itu spontan teman saya menimpali “Yah Insya Allah. Berarti ga bisa donk??!”
Waduh?? Sebenernya dia ngerti ga sih makna Insya Allah?
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (Q.S Al-Kahfi 18: 23-24)
Jelas sekali kalau Insya Allah adalah ucapan janji yang paling tinggi. Insya Allah secara harfiah berarti “Jika Allah Menghendaki”. Yang artinya, selama tidak ada halangan yang berat dan masih memungkinkan untuk memenuhi janji tersebut maka wajiblah baginya untu memenuhi janjinya. Sebab kalau sampai dilanggar, artinya dia telah mendistorsikan ucapan Allah. Karena ketika dia melanggar janji, sama saja dia mengatakan “Allah tidak menghendaki saya untuk memenuhi janji” padahal yang sebenarnya terjadi adalah Allah mengizinkannya. Bayangin, mendistorsikan ucapan manusia aja dosa, apalagi kalimat Allah?? Astagfirullah..
Yah, begitulah fakta yang ada saat ini. Sebagian dari kita hanya menganggap kalimat Insya Allah sebagai eufemisme dari kata tidak. Mereka mengucapkan Insya Allah hanya karena ga enak hati untuk bilang tidak bisa, yang dianggap kurang sopan. Hingga saat ini kalimat Insya Allah telah mengalami oversimplikasi dan pada akhirnya disepelekan karena dianggap sebagai “janji main-main”.
Sebegitu tak pantaskah ucapan itu di masa sekarang hingga banyak orang (termasuk teman saya tadi) tidak lagi menganggap kalimat itu sebagai suatu kepastian untuk memenuhinya? Apakah setiap orang kini menginterpretasikan kalimat Insya Allah sebagai suatu ketidakpastian sehingga mereka menginginkan kata “pasti” untuk lebih meyakinkannya? Menurut hemat saya, silahkan saja orang mengatakan “saya PASTI datang”, “besok PASTI tidak hujan”, dan pasti-pasti yang lain. Hanya saja, orang yang boleh mengucapkannya hanyalah orang yang mampu melampaui ilmu Allah, atau minimal bisa menyamai-Nya. Dia bisa memperkirakan apa yang akan terjadi satu detik lagi, satu jam lagi, atau satu hari lagi. Tapi adakah manusia yang mampu melakukannya? Saya rasa tidak akan ada kecuali dukun yang “sok tau”, yang cuma bisa memberikan 1 kebenaran dari 1001 ucapannya. Sedangkan 1000 lainnya adalah bohong. Bahkan anda tidak akan bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah anda selesai membaca artikel ini.
Lain hal dengan kalimat Insya Allah. Sebagai ciptaan Allah, kita hanya bisa menyerahkan segala urusan –termasuk janji- kepada-Nya. Perihal Allah mengizinkan kita memenuhinya atau tidak itu belakangan. Namun kita tetap harus yakin bahwa Allah akan mengizinkannya. Kalaupun tidak diizinkan, pasti ada hikmah dibalik itu. Dan kita tidak lagi memiliki hutang janji karena sejak awal kita sudah mengatakan “Jika Allah Mengizinkan”. Tapi jika tidak ada halangan yang berarti -yang membuat kita betul-betul tidak bisa memenuhi janji tersebut- maka diwajibkan baginya untuk memenuhi janjinya dikrenakan Allah telah mengizinkannya.
Wallahu a’lam bisshawab
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
MENGENAL SOSOK IZZUDIN AL-QOSSAM
Izzudin Al-Qosam Dilahirkan di negeri Jabalah, Suriah pada tahun 1882 M/ 1300 H (sumber lain mengatakan lahir tahun 1871)dengan nama lengkap Muhammad Izzuddin bin Abdul Qodir Mushthofa Al Qosam. Ia tumbuh dan berkembang ditengah keluarga yang taat dan berpegang teguh dengan ajaran Islam. Ayahnya yang menekuni ajaran tasawuf dikenal sebagai pendidik yang khusus menyediakan salah satu pojok rumahnya sebagai tempat belajar agama bagi anak-anak tetangga sekitarnya.
Tanpa disadari, lingkungan belajar ini membantu membentuk kepribadian sang Izzuddin kecil karena ia menyaksikan langsung proses tarbiyah yang dilakukan ayahnya terhadap murid-muridnya yang datang ke rumah. Keakraban hidup dengan orang kecil yang diwarisi dari orang tuanya terus dipupuk sampai hari tuanya. Ia tidak segan-segan membantu orang kecil walau sekedar berbincang-bincang untuk meringankan beban hidup orang lain. Begitulah prinsip yang dipegangnya.
Ketika berumur 14 tahun (tahun 1896), pemuda Izzuddin dikirim orangtuanya belajar ke Jami’ Al Azhar, Mesir yang kala itu masih berbentuk talaqi’dengan masyayikhdi dalam mesjid. Sekitar 10 tahun berada di bumi kinanah, Izzuddin banyak tertarik dengan ide-ide pembaharuan yang dilontarkan oleh Jamaluddin Al Afghani, Muhammad ‘Abduh dan Abdurrahman Al Kawakibi. Himbauan mereka antara lain: agar kembali berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunah, kritikan terhadap kezoliman politik penguasa, kesenjangan sosial, keterbelakangan ilmu pengetahuan, kemerosotan akhlak serta cengkraman barat terhadap kaum muslimin.
Ia juga tertarik dan bergabung dengan madrasah jihad yang didirikan oleh Muhammad Rasyid Ridho yang tidak lain adalah sahabat kentalnya. Di madrasah ini Izzuddin dan rekan-rekannya memantau dan menjalin hubungan dengan pergerakan jihad yang ada di negara Islam lainnya. Demikianlah proses tarbiyah yang dijalani pemuda Izzuddin selama di Mesir yang memberikan pengaruh bagi perjuangannya selanjutnya.
Andilnya dalam da’wah
Aktivitasnya selama di Mesir menempanya menjadi sosok yang tidak bisa berpangku tangan menyaksikan kerusakan di tengah-tengah masyarakat. Kepekaan terhadap lingkungan yang memang sudah mendarah daging dalam dirinya semakin tajam dengan tempaan yang cukup lama di Kairo, Mesir. Pada usia 24 tahun, Izzuddin kembali ke kampung halamannya di Jabalah, Suriah.
Setibanya di kampung halaman, ia langsung terjun ke medan da’wah. Ia sangat lihai berpidato. Kelihaiannya itu ia manfaatkan untuk menda’wahkan Islam kepada orang banyak. Sampai akhirnya menjadi khatib tetap di Masjid Raya Al-Manshur, Jabalah.
Keindahan gaya bahasa yang digunakannya sangat menyentuh hati para hadirin. Muhadharahnya disenangi dan ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Kepiawaiannya memilih kata-kata bisa membangkitkan kesadaran hadirin untuk kembali berpegang teguh dengan ajaran agama Islam.
Ia selalu menekankan sifat tawadhu’, akhlak mulia, kecerdasan berinteraksi,istiqomah, pengendalian diri, meluaskan cara pandang, zuhud, sederhana, ikhlas serta siap berkorban tenaga,waktu dan istirahat demi Islam dalam setiap muhadharah yang disampaikannya. Hal-hal yang dida’wahkannya ini senantiasa diusahakannya agar bisa diterapkan dalam kesehariannya sehingga ia benar-benar menjadiqudwahdan dicintai masyarakatnya.
Satu hal yang tak pernah lepas dari kehidupannya adalah kepeduliannya terhadap orang miskin. Para petani diziarahinya sampai ke ladang-ladang tempat mereka bekerja. Para buruh tak lupa disapa dan diajaknya berbincang walaupun hanya sebentar. Ia tak segan-segan menemani mereka di meja makan atau membantu menyelesaikan pekerjaan mereka sekalipun hanya sesaat.
Menjalin ukhuwah dan gemar bermu’ayasah(berinteraksi di tengah-tengah masyarakat) benar-benar dihayati dan diterapkan dalam kehidupannya. Karena melalui jalan inilah seorang da’i mengerti dan memahami kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Inilah salah satu kunci keberhasilan Syaikh Izzuddin dalam da’wahnya mengenalkan Islam kepada masyarakat di sekitarnya yang patut diteladani.
Kesertaannya dalam jihad
Tarbiyah madrasah jihad Rasyid Ridho sewaktu di Mesir sangat berbekas dan mempengaruhi watak dan kepribadian Izzuddin dalam berjuang. Hal ini dibuktikannya ketika tentara Italia datang dan menjajah Lybia tahun 1911. Ia yang berada di Suriah tergugah untuk membantu muslimin disana.
Dengan gagah berani ia pimpin demonstrasi menentang Italia di Jabalah, Suriah. Ia menyerukan kaum muslimin agar membantu saudaranya di Lybia dengan harta maupun jiwa untuk berjihad ke sana. Dari himbauannya tersebut, terdaftarlah sekitar 250 mujahidin sedangkan yang lainnya ikut andil dengan sumbangan harta yang ada.
Berangkatlah pasukan mujahidin yang dipimpin langsung oleh Izzuddin menuju Mina’, Al Iskandrunah dan bermalam disana selama 40 hari menunggu kapal yang akan membawa mereka ke Lybia. Namun sayang, kaum nasionalis yang berkuasa berpihak kepada kepentingan Italia. Mereka menghalangi keberangkatan pasukan mujahidin bahkan memulangkannya ke Jabalah. Adapun dana yang terkumpulkan sebelumnya untuk membiayai keberangkatan ke Lybia digunakan untuk mendirikan madrasah di Jabalah guna membantu meningkatkan keilmuan masyarakat setempat.
Ketika penjajah Perancis mulai memasuki Suria pada tahun 1918 dan menduduki perkampungan nelayan, Izzudin yang berada di Jabalah tentu saja tidak tinggal diam. Ia menyerukan revolusi melawan Perancis dan mengajak masyarakat agar bergabung. Bahkan untuk mendanai perang jihad yang dikobarkannya, ia rela menjual rumah dan uang hasil penjualannya dibelikan senjata.
Kegigihannya melawan penjajah membuat Perancis gerah dengan sepak terjangnya. Ia dimasukkan dalam daftar orang yang di hukum mati karena menentang pemerintahan Perancis. Ketika cengkraman Perancis dirasakan semakin kuat, sebagian besar mujahidin keluar Suria menggalang kekuatan. Izzuddin bersama beberapa orang keluarga dan sahabatnya menyingkir ke Beirut, Libanon.
Dari sini mereka melanjutkan perjalanan ke Haifa, Palestina di penghujung tahun 1920. Jiwa da’wah yang tertanam sangat kuat dalam jiwanya membuat Izzuddin cepat dikenal dan disenangi masyarakat Islam Haifa. Bahkan ia diangkat menjadi khatib resmi mesjid Al Istiqlal Haifa.
Selanjutnya ia terpilih untuk pemimpin Pergerakan Pemuda Muslim Haifa. Ia berhasil membuka beberapa cabang dan langsung memantau perkembangan dan senantiasa memberikan tausiahserta pengarahan-pengarahan. Kebiasaan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekeliling di kampungnya diterapkan juga di Haifa.
Ia sangat menyadari bahwa keberhasilan da’wah sangat didukung oleh diterimanya da’i di tengah-tengah masyarakat.
Selama 15 tahun bermu’ayasah dengan masyarakat muslim Haifa, Izzuddin mempersiapkan muslimin untuk mengobarkan revolusi melawan penjajahan Inggris yang telah bercokol sekian lama di bumi Palestina. Ia meletakkan 3 sasaran yang akan di perjuangkan di Palestina:
- Membebaskan Palestina dari penjajahan Inggris yang dicap sebagai musuh no. 1 umat Islam disebabkan janjinya kepada orang Yahudi untuk mendirikan Israel Raya di bumi Palestina dan memberikan izin masuknya puluhan ribu orang Yahudi ke Palestina.
- Menghalangi cita-citaYahudi untuk mendirikan negara Israel di Palestina.
- Mendirikan negara Islam Palestina untuk merapatkan dan menyatukan barisan Arab dan Muslimin.
Syiar yang dikumandangkan bersama mujahidin Haifa, Palestina adalah: “Ini adalah jihad, menang atau mati syahid”. Izzudin melancarkan pergerakan bawah tanah dan rahasia yang tak terendus oleh musuh dan hanya diketahui sahabat dan para mujahid yang membantunya. Namun akhirnya, aktifitas pergerakannya tercium juga oleh penjajahan Inggris dan Yahudi.
Izzudin Al-Qosam terus mengadakan kontak dengan masyarakat. Mereka disadarkan, dan dibina oleh Al-Qosam dengan ketekunan luar biasa, akhirnya pada tahun 1925 berhasil dibentuk batalyon-batalyon jihad yang siap syahid membela tanah Islam Palestina.
Kerja Al-Qosam sangat tertib. Beliau berhasil membangun jaringan organisasi yang solid. Beliau membagi-bagi tugas organisasinya menjadi beberapa divisi antara lain : Unit Gerilya atau unit pelatihan militer yang bertugas membentuk kelompok perlawanan dan gerilyawan untuk operasi militer yang dipimpin oleh pasukan Utsmani, Jeladat.
Unit Persiapan Revolusi yang bertugas menyebarluaskan semangat revolusi untuk melawan konspirasi Zionisme serta pasukan pendudukan.
Unit Pendanaan yang tugasnya antara lain mengumpulkan iuran dari anggota dan menerima sumbangan untuk pembelian senjata.
Unit Nasehat dan Propaganda yang bertugas menyebarluaskan semangat jihad dalam jiwa penduduk, kalangan mahasiswa, aktifis masjid, serta mengajarkan masalah-masalah agama.
Unit Politik yang bertugas menjalin hubungan dengan yokoh-tokoh politik Arab untuk menyatukan barisan. Di samping itu unit ini juga bertugas memantau dan memata-matai gerakan Yahudi dan paukan Inggris serta rencana-rencana rahasia mereka.
Unit Kegiatan Massa bertugas ikut serta dalam aksi-aksi demonstrasi.
Unit Keluarga Tahanan yang bertugas mengupayakan kontak dengan anggota yang tertawan serta berdiri di samping keluarga syuhada pada saat pecah revolusi.
Sedangkan Syeikh Izzudin Al-Qosam sendiri adalah pimpinan revolusi. Beliau memberikan bimbingan pelajaran dan mengawasi persiapan yang dilakukan para pasukan Inggris dengan berondongan peluru. Tiga puluh lima demonstran syahid pada saat itu. Puluhan lainnya luka-luka.
Sebelum musuh mengambil tindakan lebih jauh, ia mengambil ancang-ancang menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dengan melatih para petani dan masyarakat untuk memegang senjata di dataran tinggi Junein. Namun sebelum revolusi sempat dikobarkan, Inggris dan Yahudi lebih dulu membuat makar dengan memperalat tentara Arab, Palestina. Ketika matahari baru membagi sinarnya ke bumi, pagi hari tepatnya tanggal 20 September 1935, ia dan para mujahid lainnya berhadapan langsung dengan musuh yang menyerang dari 3 penjuru sekaligus.
Sebenarnya, Izzuddin bersama para sahabatnya bisa saja meloloskan diri, namun pantang baginya melarikan diri dari medan pertempuran. Pada waktu itu pasukan mujahidin berada pada tempat yang tidak menguntungkan untuk mengadakan perlawanan. Saat itu pasukan mujahidin berada di dataran rendah sedangkan musuh berada di balik perbukitan.
Inggris yang licik berhasil memperalat badan keamanan Arab Palestina untuk melancarkan aksinya membungkam perlawanan Izzuddin dengan meletakkan mereka di 3 barisan pertama. Siasat licik ini dijalankan setelah sebelumnya Inggris menuduh Izzuddin dan lainnya adalah perampok yang selalu membajak pedagang yang sering melewati kawasan tersebut.
Sebelum perlawanan dimulai, Izzudin mengumumkan agar jangan melukai pasukan Arab karena mereka tidaklah tahu apa-apa. Lalu ia mengumandangkan syiar:”Hadzaa jihadun fi sabilillah wal wathon,wa man kaana hadza jihaduhu la yastaslim lighoirillah”dan menyerukan:”muutuu syuhada’….!”
Pertempuran pecah dengan pasukan Inggris, setelah salah seorang tentara Inggris berhasil ditembak mati pasukan Izzudin Al-Qossam.
Pertarungan tak seimbang terjadi. Ratusan pasukan Izzudin syahid. Izzudin Al-Qosam terus terdesak dan bertahan di Yabut menghadapi gempuran Inggris. Bersama sebelas rekan-rekannya mereka diminta oleh Inggris menyerahkan diri. Tapi apa kata Izzudin? "Kami tidak akan pernah menyerah". "Biarlah kita mati sebagai syuhada".
Setelah melakukan perlawanan keras, akhirnya Izzuddin dan 4 orang sahabatnya menemui syahid. Mendung menyelimuti Haifa mengiringi kepergian sang mujahid sejati yang dikenal sangat peduli dengan rakyat kecil. Jasadnya dimakamkan di kampung “Syaikh”dekat Haifa.
Satu peninggalannya adalah buku yang berjudul:”An Naqdu wal Bayan”yang dikarangnya bersama syaikh Kamil Al Qosab untuk memerangi khurafat dan bid’ah yang banyak berkembang ditengah-tengah kaum muslimin. Keteladanan yang bisa ditiru dari perjuangan beliau adalah keikhlasan, pengorbanan dan senantiasa menebarkan kehangatan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.
Hingga saat ini nama Izzudin Al Qassam melegenda sebagai mujahid sejati dan dijadikan nama Brigade (sayap) militer milisi perjuangan rakyat Palestina dari HAMAS yaitu Brigade Izzudin Al Qassam.
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar
TANAH PALESTINA DIJANJIKAN TUHAN UNTUK ISRAEL?
Dr. Yusuf Qaradhawy di dalam bukunya “Palestina, Masalah Kita Bersama” (Alkautsar, 1998), dengan tegas menyatakan jika klaim Yahudi atas hak historis Tanah Palestina merupakan satu klaim yang didasari bertumpuk-tumpuk kedustaan besar. “Sejarah mencatat, yang pertama kali membangun kota Al-Quds (Yerusalem) adalah suku bangsa Yabus, salah satu kabilah Arab kuno yang meninggalkan semenanjung Jazirah Arab bersama suku Kan’an. Hal tersebut terjadi sejak 30 abad sebelum masehi. Ketika itu Al-Quds bernama ‘Urussyaleem’ atau ‘Kota Syaliim’, Tuhan bangsa Yabus. Sebagaimana namanya yang pertama, dipakai juga kata ‘Yabus’ yang dinisbatkan kepada nama kabilah. Penyebutan nama itu terdapat di dalam Taurat,” demikian Dr. Yusuf Qaradhawy.
“Setelah itu bangsa Kan’an dan yang lainnya mulai mendiami Al-Quds dan Palestina secara umum selama berabad-abad, sampai kedatangan Ibrahim a.s. yang hijrah dari tanah airnya Iraq, sebagai orang asing. Ibrahim memasuki Palestina bersama isterinya, Sarah, pada usia 75 tahun sebagaimana yang disebutkan dalam pasal-pasal Perjanjian Lama. Ketika ia mencapai usia 100 tahun, lahirlah Ishaq (Kejadian: 12). Ibrahim a.s. wafat pada usianya yang ke-175 tahun dan tidak pernah memiliki Tanah Palestina walau hanya sejengkal. Sehingga saat isterinya, Sarah, meninggal, dia harus meminta kepada bangsa Palestina tempat untuk menguburkannya.” (Kejadian: 23)
“Ketika Ishaq berusia 60 tahun, lahirlah Ya’qub. Ishaq meninggal di usia 180 tahun dan tidak memiliki sejengkal pun Tanah Palestina. Setelah kematian ayahnya, Ya’qub pindah ke Mesir dan wafat di sana di usia yang ke 147 tahun. Ia berusia 130 tahun ketika memasuki Mesir dan anak cucunya ketika itu berjumlah 70 jiwa (Kejadian: 46). Ini berarti masa di mana Ibrahim, Ishaq puteranya dan Ya’qub cucunya hidup di Palestina adalah 230 tahun. Mereka di sana sebagai orang asing, pendatang, yang tidak memiliki sejengkal pun Tanah Palestina,” tegas Dr. Qaradhawy.
Taurat menyebutkan bahwa masa di mana Bani Israil hidup di Mesir hingga keluar oleh Musa a.s. adalah 430 tahun. Mereka juga orang asing yang tidak memiliki apa-apa. Disebutkan juga dalam Taurat bahwa masa di mana Musa a.s. dan Bani Israil hidup di padang Sinai adalah 40 tahun. Artinya janji Tuhan untuk mereka sudah lewat ketika itu selama 700 tahun dan mereka tidak memiliki apa-apa di Palestina. Maka kenapa Tuhan tidak memenuhi janjinya terhadap mereka?
Musa meninggal dan tidak pernah memiliki tanah sedikit pun di Palestina. Ia hanya memasuki wilayah Selatan Yordan dan meninggal di sana. Sepeninggalnya, yang memasuki Palestina adalah Joshua dan meninggal setelah membantai penduduk aslinya. Kemudian Tanah Palestina dibagi-bagikan kepada anak cucu Bani Israel dan mereka idak pernah memiliki raja maupun kerajaan kecuali para hakim yang memerintah selama 200 tahun. Setelah era hakim datanglah masa raja-raja: Saul, Daud, dan Sulaiman. Mereka memerinah selama 100 tahun bahkan kurang. Inilah periode berdirinya kerajaan dan masa kejayaan mereka. Setelah Sulaiman kerajaannya dibagi-bagi antara anak-anaknya: Yahudza di ‘Urussyaliim dan Israel di Syakeem (Nablus). Peperangan antara mereka berdua sangat dahsyat dan tiada henti, hingga datangnya tentara Babylonia di bawah pimpinan Nebukadnezar yang menghancurkan mereka berdua, menghancurkan Haikal Sulaiman dan ‘Urussyaliim, membakar Taurat, dan menawan tiap orang yang masih hidup.
Qaradhawy mengutip Syaikh Abdul Mu’iz Abdus Sattar yang memberikan komentar dalam bukunya ‘Telah Tiba Janji Kebenaran, wahai Yahudi’ dengan mengatakan, “Andai dijumlahkan seluruh tahun di mana Bani Israel hidup berperang dan menghancurkan di Palestina, tidak akan bisa menyamai masa yang dilalui Inggris di India, atau pun Belanda di Indonesia. Maka jika masa seperti itu memliki hak sejarah, sudah pasti Inggris dan Belanda akan menuntut hal serupa, seperti Israel!”
Seandainya kepemilikan tanah bisa disebabkan lamanya waktu tinggal di pengasingan, maka lebih tepat bagi mereka untuk menuntut kepemilkan atas Mesir yang mereka diami selama 430 tahun sebagai pengganti Palestina yang didiami Ibrahim dan anak-anaknya selama 200 tahun atau lebih sedikit dan mulanya hanya dua orang yang memasuki tanah Palestina dan ditinggalkan oleh 70 orang!
Inilah bukti kebohongan klaim kaum Yahudi atas Tanah Palestina. Bahkan sejarawan Barat bernama Joseph Reinach di dalam jurnal ilmiah Perancis “Journal des Debats” (1919) mengatakan jika sebenarnya tidak ada yang namanya etnis atau ras Yahudi.
“Bangsa Yahudi ketika masa awal di Filistine tidak mengacu pada etnis namun religiusitas. Etnis Yahudi tidak ada yang murni karena berasal dari suku bangsa yang berbeda pada awalnya, yakni dari orang-orang Romawi, Yunani, Semit (Aran dan Suriah), Mesir, serta Kanaan sendiri. …Karena sebenarnya memang tidak ada apa yang dinamakan suku bangsa Yahudi, atau pun juga Negara Yahudi tersebut, tetapi sesungguhnya yang ada itu hanyalah agama Yahudi, maka zionisme itu sebenarnya adalah buah pikiran yang tolol dan tidak berguna karena mengandung kesalahan rangkap tiga: historis, arkeologis, dan etnis,” tandas Reinach.
Setelah hancur oleh serbuan tentara Babylonia di bawah Raja Nebukadnezar, Palestina kembali diserbu oleh tentara Romawi yan dipimpin Kaisar Titus pada tahun 70 M. Inilah kali kedua Haikal Sulaiman dihancurkan. Dan penguasa Romawi ini melarang orang Yahudi menginjakkan kakinya di Palestina. Menyebarlah kaum Yahudi ke selruh bumi (Diaspora). Hal ini disebabkan orang-orang Romawi mengetahui jika watak dan karakter asli kaum Yahudi adalah selalu merusak, berkhianat, dan sebab itu sama sekali tidak bisa dipercaya.
Ketika Uskup Copernicus, Uskup kota Al-Quds, hendak menyerahkan kunci kota kepada Amirul Mukminin Khalif Umar bin Khattab saat futuh Yerusalem, Uskup tersebut meminta satu syarat kepada Umar agar tidak pernah mengizinkan kaum Yahudi memasuki Aelia. Aelia merupakan nama lain Yerusalem. Bangsa Arab memasuki Al-Quds dalam keadaan tidak ada bangsa Yahudi di dalamnya yang telah diusir bangsa Romawi berabad silam. Tinggallah bangsa Arab di Palestina selama lebih dari 1400 tahun. Ini jauh lebih lama ketimbang saat bangsa Yahudi berdiam di Palestina yang hanya selama 200 tahunan. Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa klaim historis terhadap Tanah Palestina adalah suatu kepalsuan yang besar. Israel sama sekali tidak memiliki hak apa pun atas Tanah Palestina. Dan keberadaan negara Israel di atas Tanah Palestina merupakan ilegal. Sebab itu, eksistensi negara Israel yang berdiri di atas tanah milik kaum Muslimin tersebut harus dihapuskan dari muka bumi. Tanah Palestina merupakan milik bangsa Palestina. Tidak yang lain.
Wallahu’alam bishawab.
dikutip dari:eramuslim.com
Diposkan oleh PUTUNESASTRO 0 komentar